Customer Service

Abud dhi   
Phone      
PinBB        28357D1D

Cara Pembayaran

Cara Pembayaran

Jasa Pengiriman

Jasa Pengiriman
Diberdayakan oleh Blogger.

link populer

Add URL search engines SonicRun.com

0 ms

AddPro.comSearch Engine Submission AddPro.comSearch Engine Optimization Sonic Run: Internet Search Engine Sonic Run: Internet Search Engine Sonic Run: Internet Search Engine
Sonic Run: Internet Search Engine
web giant SubmitAsite Search Engine submission - FREE Submission to the top Search Engines and Directories http://websquash.com/submit-48hours.php?id=7227809
ExactSeek: Relevant Web Search
Add Url at Pingmyurl.com

Blackjack advice and tips by Webeden

Add Url at Pingmyurl.com
AddPro.comSearch Engine Optimization Free Blog

ART SEARCH Directory: Add Your Art Site! Free URL submissions
http://www.artsearch.us
US ART JOBS: Arts , culture, education, museum theatre and library careers
http://artjobs.artsearch.us

www.SubmitURLFree.net www.SubmitURLFree.Net www.SubmitURLFree.net Business Directory of Indonesia - free online catalog of relevant and useful web sites. Free submit a site to Indonesia web directory and link exchange. free website promotion Free Traffic Tools!  promosi website gratis SubmitX.com < / a> Free Search Engines Submission Free Search Engines Submission
Add Url at Pingmyurl.com
Ping search engines.
Ping
Ping your blog, website, or RSS feed for Free Critic.net z35W7z4v9z8w z35W7z4v9z8w http://critic.net/
Tampilkan postingan dengan label alat peraga edukatif paud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat peraga edukatif paud. Tampilkan semua postingan

Jenis-jenis Permainan



Jenis-jenis Permainan
Terdapat beberapa macam jenis permainan, sebagai berikut:
1.       Main  Peran:
Main peran disebut juga main simbolis, pura-pura, make believe, fantasi, imajinasi, atau main drama sangat penting untuk perkembangan kognisi, sosial, dan emosi anak pada usia tiga samapai enam tahun (Vygotsky,1967; Erikson, 1963)
a.       Makro
Anak berperan sesungguhnya dan menjadi seseorang  atau sesuatu. Saat anak memiliki pengalaman sehari-hari dengan main peran makro (tema sekitar kehidupan nyata), mereka belajar banyak keterampilan pra-akademis seperti : mendengarkan, tetap dalam tugas, menyelesaikan masalah, dan bermain kerjasama dengan yang lain.
b.      Mikro
Anak memegang atau menggerak-gerakkan benda-benda berukuran kecil untuk menyusun adegan. Saat anak main peran mikro, mereka belajar untuk menghubungkan dan mengambil sudut pandang dari orang lain.
2.       Main Pembangunan
Main pembangunan membantu anakmengembangkan keterampilan yang mendukung tugas-tugas di sekolahnya dikemudian hari (Piaget: 1962)

Bahan Main Pembangunan
Bahan sifat cair/bahan alam (penggunaan & bentuk ditentukan oleh anak) seperti : Air, pasir, cat jari, lumpur, tanah liat, play dough, krayon, cat, pulpen dan lain-lainnya.
Bahan pembangunan yang terstruktur  (penggunaan dikontrololeh bentuk dari bahan) seperti : balok unit, balok berongga, puzzle, dan balok berwarna.

Main Pembangunan Sifat Cair
Ada bermacam-macam alat bermain yang digunakan dalam main pembangunan sifat cair, diantaranya:
-          Air, pasir, lumpur
-          Tepung, tanah liat, play dough, plastisin, clay dough
-          Krayon, pensil warna, spidol, pensil, pulpen
-          Arang, kapur
-          Cat air, dengan kuas, cat minyak

              Main  Pembangunan Terstruktur
                Ada bermacam-macam alat bermain yang digunakan dalam main pembangunan sifat terstruktur, diantaranya adalah:
-          Balok unit, hollow balok, balok berongga, balok berwarna
-          Lego TM, Lincoln Logs TM, Bristle Blocks TM, Tinker Toys
-          Puzzle dua dimensi, puzzle tiga dimensi
-          Barang-barang bekas : dus besar-kecil, botol, cup es krim, stik, dan lain-lain.

Anak usia dini yang belum mempunyai pengalaman dengan bahan main pembangunan akan memulai dengan kegiatan sensorimotor. Mereka akan memegang dan membawa bahan main pembangunan sampai mereka mengerti penggunaannya
Variabel penentu mutu main:
a.       Cukup waktu untuk bermain
b.      Ruang yang cukup (tidak pernah sesak & alat mudah dijangkau)
c.       Alat-alat untuk mendukung kegiatan bermain
d.      Dukungan/bantuan guru,orang tua

Pengelolaan Lingkungan dan Bermain
Pijakan Lingkungan:
-            Mengelola awal lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup (tiga tempat main untuk setiap anak)
-            Merencanakan untuk intensitas dan densitas pengalaman
-            Memiliki berbagai bahan yang mendukung tiga jenis main
-            Sensori motor, pembangunan dan main peran
-            Memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan
-            Menata kesempatan main untuk mendukung hubungan sosial yang positif



TEORI-TEORI PENDIDIKAN & PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI



TEORI-TEORI PENDIDIKAN & PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
1.       Konsep Unitas Multipleks (William Stern)
Konsep perkembangan manusia sejak zaman dahulu(kuno) sudah diperkenalkan oleh William Stern, ahli pendidikan dari Jerman dengan teori unitas multiplex yang berarti bahwa setiap individu lahir berbeda satu sama lain dengan keunikan masing-masing.
Oleh karena itu, terdapat tiga aspek dalam teori unitas multipleks, yaitu:
a.       Manusia sebagai makhluk unik yang utuh
b.      Makhluk unik yang memiliki lebih dari satu potensi
c.       Seluruh potensi tersebut memilikiketerarahan. Teori ini lahir tahun 1930-an oleh William Stern
2.       Teori Kecerdasan
Dahulu orang mengira bahwa kecerdasan merupakan faktor tunggal yang umum, overall single score, yang umum disebut IQ (Intelligence Quoetiient) dan sekarang sudah out of date. Pada akhir abad ke 20, Howard Gadrner mengatakan bahwa bukan hanya lebih dari satu bakat atau kecerdasan yang ada sejak lahir, tetapi sebenarnya terdapat lebih dari satu kecerdasan yang disebut multiple intelligent.
3.       Teori Perkembangan Otak
Faktor terpenting yang terdapat dalam diri manusia yang akan menentukan perkembangan manusia selanjutnya adalah otak, yaitu keseimbangan belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Otak manusia hanya satu yang terdiri dari belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Kedua belahan otak itu harus selalu dalam keseimbangan, tetapi kenyataannya tidak begitu adanya.
4.       Teori Psikososial Erik Erikson
Enam pokok pikiran Teori psikososial erikson:
a.       Trust vs Mistrust (0-1 tahun)
Seorang anak, katakanlah seorang bayi, misalnya, akan mengerti dunia sekitarnya melalui perasaannya.  Dalam pandangan Erikson, trust dalam hubungan ini diartikan sebagai suatu kesesuaian antara kebutuhan-kebutuhan bayi dengan dunia sekitarnya. Kuantitas ini dalam dunia binatang dikenal sebagai insting.
b.      Autonomy vs Shame (2-3 tahun)
Dalam tahap kedua ini Erikson mengidealisasikan tumbuhnya sifat-sifat positif (autonomy) dan malu (shame) secara bersama-sama.  Pada usia ini, anak mencoba untuk mandiri yang secara fisik dimungkinkan oleh kemampuan mereka untuk berjalan, lari dan berkelana tanpa dibantu orang dewasa lagi.
c.       Iniative vs Guilt (3-5 tahun)
Bagi Erikson, masa usia 3-6 tahun, ini adalah fase bermain. Dalam fase inilah anak-anak belajar berfantasi belajar mentertawakan diri, mulai belajarbahwa ada pribadi lain selain dirinya. Pada fase ini terletak fondasi anak untuk menjadi kreatif yang akan sangat penting pada fase berikut.
d.      Industry vsInferiority (6-12 tahun)
Tahap ini meliputi dua kutub ekstrim,yaitu sense of industry dan sense of inferiority. Pada tahap ini anak-anak mulai tertarikdengan apa saja yang akan memberikan kesibukandengan seluk beluknya yang cukup rumit, misalnya model mobil-mobilan untuk laki-laki maupun boneka untuk perempuan. Orang tua yang selalu mencemooh segala kegiatan anak-anaknya yang berada pada tahap ini, boleh jadi akan menyebabkan timbulnya sifat inferior dalam diri anak.
e.      Ego-identity vs Role confusion  (18-20 tahun)
Fase ini ini sebenarnya adalah sumber utama Erikson sehingga dia tertarik untuk mengembangkan teori perkembangan psikososialnya. Tugas kita pada periode ini mungkin adalah yang terpenting, yaitu puncak dari semua yang selama ini sudah kita lalui dan yang akan kita gunakan untuk ‘mengarungi bahtera hidup’ yakni menciptakan identitas diri bagi kita.
f.        Intimacy vs Isolation ( 18-30 tahun)
Tugas kita pada periode ini adalah mengenal dan mengizinkan diri kita untuk mengenal orang lain secara sangat dekat, atau masuk ke hubungan yang intim, sedang kegagalan kita akan membuat kita terisolasi atau mengisolasi diri dari sekeliling kita.
5.       Teori Perkembangan Kreativitas
Guilford mengemukakan sifat-sifat yang menjadi ciri kemmpuan berpikir kreatif, yaitu:
a.       Kelancaran, suatu kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan
b.      Keluwesan, kemampuan untuk mengemukakan beragam pemecahan masalah
c.       Keaslian, merupakan kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara yang asli
d.      Kerincian, kemampuan untuk memaparkan dengan terperininci
e.      Perumusan kembali, kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan sudut pandang yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh orang lain
6.       Teori Ekologi Brofenbrenner
Perkembangan manusia terjadi melalui proses interaksi antara individu yang berkembang dan proses yang lingkungsn yang bersifat segera dan setiap saat dimana konteks dapat bersifat relevan atau tidak relevan. Untuk memahami proses ini kita harus mempelajari beragam konteks , meliputi rumah, kelas, temapt kerja dan lainnya
7.       Teori Perkembangan Kognitif Piaget
a.       Tahap sensorimotor (0-2 tahun)
c.       Tahap operasional Konkret (7-11 tahun)
d.      Pemikiran Operasi Formal Remaja (11-15 tahun)
8.       Teori Vygotsky  dan pendekatan Konstruktivitas Sosial
Teori vygotsky menarik banyak perhatian karena mengandung pandangan bahwa pengetahuan itu dipengaruhi situasi dan bersifat kolaboratif.

Alamat

HP: 085649603286, 08175403038, 081335091462
,

PIN BB: 270E145A
,

alamat: Jalan Candi Panggung Barat 01 A,Lowokwaru, Malang, Jawa Timur, Indonesia
,

Lihat Semua >>

Advertiser

MEDIA IKLAN ONLINE